IKATAN KIMIA

unsur-unsur tidak selalu berada
sebagai atom tunggal, melainkan cenderung bergabung dengan atom unsur
sejenis/berbeda lainnya melalui ikatan kimia membentuk zat berupa unsur atau
senyawa dalam upaya mencapai kondisi stabil.
ada 4 jenis ikatan kimia, yakini
ikatan ion (ikatan elektrovalen),iktan kovalen,ikatan koordinasi, dan ikatan
logam. jenis ikatan yang menggambarkan bagaimana cara atom-atom berikatan dan
struktur yang terbentuk, akan mempengaruhi sifat zat yang terbentuk.
Ikatan kimia adalah ikatan yang
terjadi antara atom-atom yang membentuk suatu molekul. Konsep ini pertama kali
dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika
dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000). Konsep
tersebut adalah:
- Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He, Ne, Ar, Kr,
Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa merupakan bukti bahwa gas-gas mulia
memiliki susunan elektron yang stabil.
- Setiap atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki
susunan elektron yang stabil seperti gas mulia. Caranya dengan melepaskan
elektron atau menangkap elektron.
- Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil
hanya dapat dicapai dengan cara berikatan dengan atom lain, yaitu dengan
cara melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun pemakaian elektron
secara bersama-sama.
Selain gas mulia di alam unsur-unsur
tidak selalu berada sebagai unsur bebas (sebagai atom tunggal), tetapi
kebanyakan bergabung dengan atom unsur lain. Tahun 1916 G.N. Lewis dan W.
Kossel menjelaskan hubungan kestabilan gas mulia dengan konfigurasi elektron.
Kecuali He; mempunyai 2 elektron valensi; unsur-unsur gas mulia mempunyai 8
elektron valensi sehingga gas mulia bersifat stabil. Atom-atom unsur cenderung
mengikuti gas mulia untuk mencapai kestabilan. Jika atom berusaha memiliki 8
elektron valensi, atom disebut mengikuti aturan oktet. Unsur-unsur dengan nomor
atom kecil (seperti H dan Li) berusaha mempunyai elektron
valensi 2 seperti He disebut
mengikuti aturan duplet. Cara yang diambil unsur supaya dapat mengikuti gas
mulia, yaitu:
- melepas atau menerima elektron
- pemakaian bersama pasangan elektron.
Ikatan
Ion

Ikatan ion terbentuk akibat adanya
melepas atau menerima elektron oleh atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang
melepas elektron menjadi ion positif (kation) sedang atom-atom yang menerima
elektron menjadi ion negatif (an- ion). Ikatan ion biasanya disebut ikatan
elektrovalen. Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik.
Senyawa ionik biasanya terbentuk
antara atom-atom unsur logam dan nonlogam. Atom unsur logam cenderung melepas
elektron membentuk ion positif, dan atom unsur non- logam cenderung menangkap
elektron membentuk ion negatif. Contoh: NaCl, MgO, CaF2, Li2O, AlF3, dan
lain-lain.
Senyawa yang mempunyai ikatan ion
antara lain :
- Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan
halogen (VIIA) Contoh : NaF, KI, CsF.
- Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan
oksigen (VIA) Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O.
- Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen
(VIA) Contoh : CaO, BaO, MgS
Garam dapur yang disebut natrium
klorida, NaCl merupakan contoh yang mudah untuk memahami terjadinya ikatan ion.
Disini terjadi serah terima elektron, yaitu atom natrium melepaskan sebuah
elektron valensinya sehingga terjadi ion natrium, Na+ dan elektron ini diterima
oleh atom klor sehingga terjadi ion klorida, Cl-.
Na
(2.8.1) → Na+ (2.8) + e
Cl
(2.8.7) + e → Cl- (2.8.8)
Selanjutnya ion klorida dan ion
natrium saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis sehingga terjadi ikatan
ion. Terbentuklah natrium klorida, NaCl.

Gambar : Serah Terima Elektron Pada Pembentukan
Natrium Klorida (NaCl).
Secara sederhana kristal NaCl
digambarkan seperti berikut :
Sruktur NaCl : 1 Cl dikelilingi oleh 6 Na dan sebaliknya 1
Na di kelilingi oleh 6 Cl.
Mari kita perhatikan magnesium
klorida, MgCl2. Setiap atom logam magnesium melepaskan dua elektron pada kulit
terluarnya membentuk ion Mg2+. Dua elektron ini diserahkan kepada dua atom
non-logam klor sehingga terbentuk dua ion klorida, Cl-.
Mg
(2.8.2) → Mg2+(2. 8) + 2e
[
Cl (2.8.7) + e → Cl- (2.8.8) ] 2x
Ion-ion
magnesium dan klorida melakukan tarik-menarik dengan gaya elektrostatis
sehingga terbentuk MgCl2.Lihat gambar berikut :

Gambar : Ikatan Ion yang terbentuk pada Magnesium
Klorida (MgCl2).
Senyawa-senyawa seperti NaCl dan
MgCl2 yang berupa padatan terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa ionik.
Ikatan ion terjadi antara atom-atom logam dengan non-logam. Dalam ikatan ion
jumlah elektron yang dilepas logam sama dengan jumlah elektron yang diterima
oleh non-logam.
Sifat Fisis Senyawa Ion
Beberapa
sifat senyawa ion, antara lain:
- Memiliki Titik Didih dan Titik Leleh yang Tinggi
Ion positif dan negatif dalam
kristal senyawa ion tidak bebas bergerak karena terikat oleh gaya elektrostatik
yang kuat. Diperlukan suhu yang tinggi agar ion-ion memperoleh energi kinetik
yang cukup untuk mengatasi gaya elektrostatik.
- Keras Tetapi Rapuh
Bersifat keras karena ion-ion
positif dan negatif terkait kuat ke segala arah oleh gaya elektrostatik.
Bersifat rapuh dikarenakan lapisan-lapisan dapat bergeser jika dikenakan gaya
luar. Ion sejenis dapat berada satu di atas yang lainnya, sehingga timbul
tolak-menolak yang sangat kuat yang menyebabkan terjadinya pemisahan.
- Berupa Padatan pada Suhu Ruang
- Larut Dalam Pelarut Air, Tetapi Umumnya Tidak Larut
Dalam Pelarut Organik
garam (senyawa ionik yang dilarutkan dalam air)- Tidak Menghantarkan Listrik Dalam Fasa Padat, Tetapi
Menghantarkan Listrik Pada Fasa Cair

Untuk lebih memahami ikatan
ion, silahkan saksikan video berikut ini :
IKATAN
KOVALEN

Zat-zat lain di sekitar kita
berupa molekul-molekul gas, cair, dan ada beberapa zat berupa padatan tersusun
atas atom-atom yang menggunakan ikatan kovalen. Atom-atom yang sama atau hampir
sama keelektronegatifannya cenderung membentuk ikatan kovalen dengan
menggunakan pasangan elektron bersama. Hampir semua senyawa kovalen terbentuk
dari atom-atom non-logam. Dua atom non-logam saling menyumbangkan elektron
sehingga tersedia satu atau lebih pasangan elektron yang dijadikan milik
bersama. Senyawa yang berikatan kovalen juga disebut senyawa kovalen.
Atom hidrogen memiliki sebuah
elektron pada kulit pertamanya, agar konfigurasi elektronnya penuh seperti gas
mulia helium maka hidrogen memerlukan satu elektron lagi (gambar ). Gas
hidrogen yang merupakan molekul H2 terdiri dari dua atom hidrogen yang saling
menyumbangkan elektronnya sehingga masing-masing atom hidrogen memiliki
konfigurasi elektron yang stabil. Jika kita perhatikan gambar , elektron pada
atom pertama diberi tanda titik kecil dan atom lainnya dengan titik besar.
Air mengandung molekul H2O. Atom
oksigen yang mempunyai 6 elektron valensi membutuhkan 2 elektron lagi agar
seperti gas mulia.Kedua elektron itu diperoleh dari dua atom hidrogen. Jadi
atom oksigen dapat membentuk dua ikatan kovalen dalam molekul H2O.
pembentukan ikatan kovalen tunggal
pada senyawa CH4 berikut ini. Konfigurasi elektron atom 6C:
2, 4. Jadi, atom C memiliki 4 elelktron valensi. Pada pembentukan CH4,
elektron dari H berpasangan dengan elektron dari atom C. Dalam atom C terdapat
empat elektron yang tidak berpasangan sehingga untuk memenuhi kaidah oktet
diperlukan empat atom H

Pada setiap atom H yang dilingkari ,
terdapat dua elektron (duplet) dan pada atom C yang dilingkari terdapat delapan
elektron (oktet). Tanda titik (.) dan tanda silang (x) hanya notasi yang
digunakan untuk membedakan elektron yang berasal dari atom C dengan elektron
yang berasal dari atom H. Perhatikan pula bahwa pasangan elektron yang
digunakan bersama dapat ditandai dengan garis.
Beberapa atom dapat membentuk ikatan
rangkap. Pada ikatan kovalen tunggal mengandung dua elektron, ikatan kovalen
rangkap dua mengandung empat elektron, sedang dalam ikatan rangkap tiga
terdapat enam elektron. Pada molekul karbon dioksida, CO2 terdapat dua buah ikatan rangkap dua. Ketiga atomnya sekarang masing masing memiliki 8 elektron terluar. Sedang pada molekul nitrogen, N2 setiap atomnya menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersamasama sehingga setiap atom N memiliki elektron valensi 8.
terdapat enam elektron. Pada molekul karbon dioksida, CO2 terdapat dua buah ikatan rangkap dua. Ketiga atomnya sekarang masing masing memiliki 8 elektron terluar. Sedang pada molekul nitrogen, N2 setiap atomnya menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersamasama sehingga setiap atom N memiliki elektron valensi 8.

Untuk lebih memahami ikatan kovalen
silahkan saksikan video berikut ini :
IKATAN
KOORDINASI
Tidak semua ikatan kovalen yang
terjadi, elektron-elektronnya
diperoleh dari sumbangan atom – atom yang membentuk ikatan. Beberapa molekul ada yang pasangan elektronnya berasal dari salah satu atom saja, sedang atom lainnya menggunakan pasangan elektron itu untuk berikatan. Molekul NH3 mempunyai satu pasang elektron yang belum digunakan bersama, sedang ion H+ dapat menerima satu pasang elektron untuk menjadi lebih stabil karena mempunyai konfigurasi elektron helium. Oleh karena itu pasangan elektron tersebut dapat digunakan bersama oleh molekul NH3 dan ion H+ sehingga terbentuk ion amonium, NH4+. Ikatan antara NH3 dengan ion H+ ini juga merupakan ikatan kovalen yang diberi nama ikatan kovalen koordinasi.
diperoleh dari sumbangan atom – atom yang membentuk ikatan. Beberapa molekul ada yang pasangan elektronnya berasal dari salah satu atom saja, sedang atom lainnya menggunakan pasangan elektron itu untuk berikatan. Molekul NH3 mempunyai satu pasang elektron yang belum digunakan bersama, sedang ion H+ dapat menerima satu pasang elektron untuk menjadi lebih stabil karena mempunyai konfigurasi elektron helium. Oleh karena itu pasangan elektron tersebut dapat digunakan bersama oleh molekul NH3 dan ion H+ sehingga terbentuk ion amonium, NH4+. Ikatan antara NH3 dengan ion H+ ini juga merupakan ikatan kovalen yang diberi nama ikatan kovalen koordinasi.

Ikatan
Logam

Ikatan Logam Adalah ikatan yang
terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif
dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas
bergerak.
Atom-atom logam dapat
diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat satusama lain. Atom logam
mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan
membentuk ion positif. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar
(terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari satu
atom ke atom lain. Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga
elektron valensi logam mengalami delokalisasiyaitu suatu keadaan dimana
elektron valensi\tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa
berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
Elektron-elektron valensi tersebut
berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.Struktur
logam seperti gambar , dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :
- berupa zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya
tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan
elektron) dengan ion positif logam.
- dapat ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkandan
dapat direntangkan menjadi kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam
sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak
terputus.
- penghantar / konduktor listrik yang baik, akibat adanya
elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. Hal ini
terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron.
PROSES PEMBENTUKAN IKATAN LOGAM
Pada ikatan logam terjadi
proses saling meminjamkan elektron, hanya saja jumlah atom yang bersama-sama
saling meminjamkan elektron valensinya (elektron yang berada pada kulit
terluar) ini tidak hanya antara dua melainkan beberapa atom tetapi dalam jumlah
yang tidak terbatas. Setiap atom menyerahkan elektron valensi untuk digunakan
bersama, dengan demikian akan ada ikatan tarik menarik antara atom-atom yang
saling berdekatan.
Jarak antar atom ini akan tetap
sama, maksudnya seandainya ada atom yang bergerak menjauh maka gaya tarik
menarik akan menariknya kembali ke posisi semula dan bila bergerak terlalu
mendekat maka akan timbul gaya tolak menolak karena inti-inti atom berjarak
terlalu dekat padahal muatan listriknya sama sehingga kedudukan atom relatif
terhadap atom lain akan tetap.
Pada ikatan logam, inti-inti
atom berjarak tertentu dan terletak beraturan sedangkan elektron yang saling
dipinjamkan seolah-olah membentuk kabut elektron. Dalam logam, orbital atom
terluar yang terisi elektron menyatu menjadi suatu sistem terdelokalisasi yang
merupakan dasar pembentukan ikatan logam. Delokalisasi yaitu suatu
keadaan dimana elektron valensi tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi
senantiasa berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain.
Atom logam dapat berikatan sambung
menyambung ke segala arah sehingga menjadi molekul yang besar sekali. Satu atom
akan berikatan dengan beberapa atom lain disekitarnya. Akibatnya atom tersebut
terikat kuat dan menjadi logam berwujud padat (kecuali Hg) dan umumnya keras.
Komentar
Posting Komentar